
Tanjungpinang, 6 Oktober 2025 — Semangat kemanusiaan dan solidaritas global kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Indonesia. Kali ini, Yovirga Fachrisma, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terpilih untuk mengikuti misi kemanusiaan di Lebanon sebagai bagian dari program relawan internasional.
Yovirga, mahasiswa semester 7 Program Studi S1 Akuntansi, diberangkatkan pada 8 November 2024 untuk bergabung dalam proyek kemanusiaan yang difasilitasi oleh lembaga kemanusiaan nasional bekerja sama dengan organisasi internasional. Di Lebanon, ia terlibat dalam berbagai kegiatan seperti distribusi bantuan logistik, pendampingan psikososial bagi pengungsi, serta pelatihan keterampilan dasar untuk komunitas terdampak krisis.
“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk belajar sekaligus berkontribusi secara nyata,” ujar Yovirga melalui sambungan telepon dari Beirut. “Saya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia, termasuk dari daerah seperti Tanjungpinang, juga mampu berperan dalam isu-isu global.”
Ketua Program Studi S1 Akuntansi STIE Pembangunan Tanjungpinang, Dr. Hendy Satria, S.E., M.Ak., CA, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas partisipasi Yovirga. “Keterlibatan Yovirga dalam misi kemanusiaan internasional mencerminkan nilai-nilai luhur yang kami tanamkan kepada mahasiswa: integritas, empati, dan tanggung jawab sosial. Kami sangat mendukung langkah-langkah seperti ini yang memperluas wawasan sekaligus memperkuat karakter mereka,” katanya.
Keikutsertaan Yovirga dalam misi kemanusiaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi S1 Akuntansi STIE Pembangunan Tanjungpinang. Pihak program studi berharap kisah Yovirga dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada kompetensi akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak luas.
Proyek kemanusiaan di Lebanon tersebut berlangsung selama enam minggu, dengan fokus utama pada pemulihan pasca-konflik dan dukungan bagi komunitas pengungsi Suriah serta warga lokal yang terdampak krisis ekonomi berkepanjangan di negara tersebut.
