STIE Pembangunan Tanjungpinang Luluskan 508 Sarjana, 2 Diantaranya Anggota Dewan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang mewisuda 508 mahasiswa mahasiswi dalam sidang senat terbuka ke IX Tahun 2020, di Balrom Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (27/2)

Dari 508 wisudawan wisudawati terdapat 222 orang lulusan Program Studi Akutansi dan 286 Program Studi Manajemen.

Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Charly Marlinda mengungkapkan rasa bangga telah melahirkan mahasiswa menjadi wisudawan wisudawati yang ke IX di tahun 2020 ini.

Ia berharap, alumni STIE Pembangunan Tanjungpinang agar tetap manjaga nama baik kampus dan berkarya demi kemajuan pembangunan.

“Alhamdulilah, berjalan dengan baik. Kami bersyukur, kami telah menghantarkan 508 mahasiswa-mahasiswi wisuda hari ini,” katanya, Kamis (27/2).

Bahkan, Charly Marlinda juga mengapresiasi kegigihan dua orang wisudawan-wisudawati, yakni Ria Ukur Rindu Tondang dan Vicky Bahtiar yang saat ini menjadi anggota DPRD Tanjungpinang.

“Untuk semuanya. Juga buat ibu Ria Ukur Rindu Tondang dan pak Vicky Bahtiar yang tadi memberikan kata sambutan penutup, semoga bisa menjaga nama baik STIE dan berkarya dengan baik.

Dan kedepannya bisa memberi teladan untuk junior juniornya,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Pemprov Kepri selaku perwakilan Plt Gubernur Kepri, Raja Ariza mengatakan, kehadiran STIE Pembangunan dinilai lembaga pendidikan yang berhasil mencetak dan melahirkan sumber daya manusia

“STIE Pembangunan sebagai institusi telah berhasil mencetak sumber daya manusia yang siap mengabdi kepada pemerintah,” ungkapnya.

Raja Ariza menjelaskan, prosesi wisuda merupakan refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Untuk itu hendaknya tidak dijadikan acara rutin semata, namun dilakukan secara arif dan bijaksana.

“Kami ucapkan selamat bagi wisudawan wisudawati. Prosesi wisuda merupakan refleksi keberhasilan penyelenggara pendidikan,” ungkapnya

Bahkan ia menyarankan agar STIE Pembangunan Tanjungpinang membidik dan menjaring siswa siswi lulusan SLTA yang kurang mampu dari pulau pulau yang ada di Kepri.

“Tantangan dan kehidupan di era modern ini semakin kompleks, tingkat kompetisi juga semakin meningkat. Kita berharap STIE Pembangunan menjaring siswa di pulau pulau yang kurang mampu,” imbuhnya.

Terpisah, Ria Ukur Rindu Tondang, yang berhasil meraih predikat pujian (cum laude) dengan IPK 3,76 dan peringkat ketiga di Program Studi (Prodi) Akuntansi mengatakan, sangat bersyukur dan berterimakasih atas dukungan keluarga, dan juga dukungan suami.

Pasalnya, disaat sibuk sebagai ibu rumah tangga dan membantu suami berjualan pagi di Pasar Baru Tanjungpinang, Ria Ukur justru mendapat dukungan penuh dari sang suami meski sempat terkendala membagi waktu.

“Malah yang nyuruh saya kuliah itu suami. Pak Andre yang menyarankan pertama, karena dia lihat mungkin semangat kita,” ujar Ria Ukur lulusan SLTA di Jambi pada tahun 2003 ini, Kamis (26/2).

Baginya, kuliah merupakan proses menambah wawasan, kemampuan untuk memahami dan menganalisa permasalahan.

“Saya memang mau meng-upgrade (meningkatkan,red) kemampuan, mau menambah ilmu. Bahkan mumpung masih segar, kalau ada rejeki saya ingin melanjutkan Program Pascasarjana (S2),” tutur Ria Ukur, dari fraksi Partai NasDem ini.

“Saya sangat berterimakasih pada keluarga, khususnya suami, juga ketua STIE, dosen pembimbing dan teman teman semuanya. Semoga saya bisa berkontribusi dan memberikan yang terbaik buat keluarga, masyarakat dan Kota Tanjungpinang,” tutupnya

Share This: